Nama
Alamat

Kode Pos
Email
Telepon
Password
Ulangi Password
Kode
Pelanggan yang terhormat, kami mohon waktunya tidak lebih dari dua menit untuk mengisi formulir keanggotaan. Setelah itu silakan menikmati berbagai kemudahan dan keuntungan seperti diskon, voucher dan point. Data yang Anda masukkan hanya digunakan untuk keperluan ketika anda berbelanja di ROLSHOP.
Saya setuju untuk menerima email newsletter dan/atau informasi promosi lainnya

Pelanggan yang terhormat, sehubungan dengan libur Hari Raya Idul Fitri 1437H diberitahukan bahwa seluruh transaksi pembelian di ROLshop terhitung tanggal 1 Juli-11 Juli 2016 akan diproses pada tanggal 12 Juli 2016. Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut hubungi kami melalui email rolshop@rol.republika.co.id

Home » katalog » buku » Clearance Package » Paket Clearance 4
Paket Clearance 4
Oleh: Harri Ash-Shiddiqie,Puput Sekar,ntung Wahono,Toni Tegar Sahidi
Sinopsis

Bila Cinta Mencari Cahaya

Novel ini mengisahkan tentang keteguhan kaeyakinan dan cinta seorang gadis muda yang mengabdi di sebuah perkebunan teh. Gadis bernama Izza ini nyaris tak pernah lepas dari teror kemunafikan dan ketamakan beberapa prang di lingkungan kerjanya, terutama para atasannya.


Semua berawal dari jilbab yang dikenakan Izza. Ibu Nita, sang pemilik perkebunan, dan banyak orang di perkebunan teh itu tidak bisa menerima ada karyawan yang berjilbab. Sebab jilbab mereka nilai dapat menghambat produktivitas bisnis. Namun sebuah kenangan lama telah mengubah sikap si pemilik perkebunan dari seorang penentang menjadi pelindung Izza.

Izza hadir bukan sekadar sebagai pegawai di perkebunan itu melainkan juga pelopor dan inspirator berdirinya TPA dan madrasah. Ketika sebagian masyarakat menyambutnya sebagai gadis perintis, sebagian lainnya justru menilainya minor. Teror yang menerpa Izza kian menjadi-jadi manakala putra pemilik perkebunan menilai gadis itu menyimpan rahasia rumah tangganya yang mendua.

Gadis muda itu ketakutan dan nyaris patah arang. Ia ingin pulang ke kampungnya nan jauh. Ia juga mulai mereka-reka masa depannya berumah tangga. Namun Izza kecewa karena keluarga si pria ternyata batal melamarnya. Gadis yang telah lama ditinggal mati ibunya itu hanya bisa menumpahkan kepedihannya kepada ibu Nita dan ayahnya. Tapi, di tengah suasana kelabu itu, seorang pria muda yang semula membenci Izza kini datang mencari perhatiannya.

Adakah cahaya cinta kembali menerangi Izza? Sebuah novel yang menggugah serta sarat dengan makna perjuangan dan kasih sayang.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Elang Dan Bidadari

"Jingga, kau pasti tahu maksudku kan? Apa kau sudah mencuri tulang rusukku? jika ya, tolong simpan sejenak, hingga aku menemukan jalan agar kita bersama. Aku tahu selama ini kita berbeda agama, kita tak akan bisa bersama, begitu kan?".

"Kini Young-Han, tidak usah mempermainkan hatiku ataupun memberi harapan untukku. Jika kau masih berfikir untuk bisa bersamaku dengan masuk Islam, itu akan merusak niatmu. Pelajari Islam yang benar. Jika ada takdirmu yang harus kau jalani bersamaku, niscaya takdir itu tak akan berubah!" serak, Jingga berusaha menahan tangis, semua rasa bercampur menjadi satu.

"Ya, jika takdirku ada bersamamu, maka takdir itu akan kupinta untuk bisa bersamamu."lirih Young-Han

Jingga, muslimah asal Indonesia mendapatkan kesempatan mengikuti program budaya Korea di Hankuk University Foreign Studies, di Seoul-Korea Selatan, Jingga berusaha keras untuk tetap komitmen dengan norma dan nilai yang ia anut, meski berada di negara yang setengah penduduknya tidak beragama. Ia juga malah mendapat pelajaran berharga tentang nilai sebuah kerja keras yang mutlak beriringan dengan doa.

Kim Young-Han, pria sedingin es di Kutub. Kala kuliah di Paris, Prancis, ia mulai kenal pada Islam dan awal ketertarikannya terhadap agama tauhid ini. Pulang ke Korea Selatan, ia masih tetap tidak memiliki pegangan agama yang jelas dan kembali menjalani hari-hari beratnya bersama dendam dan kebencian di masa lalu.

Di Tanah Ginseng mereka bertemu, berbenturan karakter tapi juga membuat untaian kisah yang banyak menuturkan tentang cinta yang sebenarnya. Akankah pertemuan itu membawa sebuah takdir yang sama dan bermuara pada cinta-Nya?Ataukah hanya sebagai mimpi kilat dan bersitan luka akan taktir yang harus mereka jalani masing-masing. Kisah ini tidak hanya bertutur tentang cinta, tapi juga kasih sayang mendalam antara keluarga, persahabatan, dan mimpi. Karena mimpi memang mutlak untuk terus diperjuangkan.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sakura Jayakarta

Kisah perjalanan hidup Wira Kusuma, serang pengawal Pangeran Wijayakrama, Adipati Jayakarta yang berada di bawah kekuasaaan  kesultanan Banten. Saat terjadi pengepungan benteng kompeni di Jayakarta, Pangeran Wijayakrama berselisih paham dengan Pangeran Mangkubumi Rana Menggala yang menjadi penguasa Banten. Ini menyebabkan Pangeran Wijayakrama dicopot dari jabatannya dan diasingkan bersama para pengawalnya.

Wira Kusuma berhasil kabur dan bekerja pada kapal Kompeni De Vosje yang kemudian berlayar ke Hirado, sebuah wilayah di Jepang selatan. Saat itu Hirado adalah pangkalan kapal Kompeni terbesar di Asia. Di Hirado, ia berkenalan dengan seorang prajurit Istana Edo, bernama Akio. Perkenalan dengan Akio dan segala permasalahan yang dihadapinya mwmbuat Wira Kusuma menghayati perbedaan-perbedaan sosial dan politik antara negerinya dan negeri Jepang, terutama dalam menghadapi keinginan menjajah dari orang-orang Belanda.

Pengalaman bersama Akio menumbuhkan kesadaran pada diri Wira Kusuma tentang sebuah kenyataan, mengapa kompeni tidak mampu mengembangkan kekuasaan perdagangan, politik dan militernya di Jepang dan justru sukses di Nusantara ini, dengan dimulai direbutnya Jayakarta.

Pertemanan dengan Akio juga mempertemukan Wira dengan Usagi, gadis Jepang yang cantik dan lembut.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sepatu Terakhir

Hidup Pak Marwan adalah identik dengan sepatu. Jalan hidupnya tak jauh dari alas kaki itu. Punya ayah tukang sol sepatu, pernah bekerja di pabrik sepatu sampai membuka usaha pembuatan sepatu sendiri.

Caranya menjalani bisnis yang tidak biasa justru menjadikan namanya dikenal sebagai "bapak sepatu" di desanya.Desa kecil di Blitar, Jawa Timur, yang tak punya banyak sumber daya.

Kehilangan anak kandung dan ditinggal istri sempat membuatnya terpuruk. Namun Alin, si anak angkat yang tobat dari kenakalannya menjadi teman setia sang ayah. Hubungan keduanya yang hangat terusik dengan surat pendek sang ayah yang tiba-tiba ingin pensiun membuat sepatu. Sebuah istimewa pun menjadi penutup perjalanan sang ayah dengan sepatu. Sepatu terakhir yang disayembarakan secara tidak biasa.

Sepatu pamungkas Pak Marwan juga menjadi pembuka jalan bagi ayah dan anak itu mendengar kisah-kisah heroik dari orang-orang biasa. Sampai suatu ketika Alin menemukan jawaban dari sikap misterius sang ayah selama ini.

,

Produk Detail
isbn
-
penulis
Harri Ash-Shiddiqie,Puput Sekar,ntung Wahono,Toni Tegar Sahidi
penerbit
REPUBLIKA
terbit
-
halaman
-
bahasa
indonesia
sampul
soft
dimensi
-
berat
2000
 


Discount 50%
Rp . 220,000
Harga Rp. 110,000
Available