Nama
Alamat

Kode Pos
Email
Telepon
Password
Ulangi Password
Kode
Pelanggan yang terhormat, kami mohon waktunya tidak lebih dari dua menit untuk mengisi formulir keanggotaan. Setelah itu silakan menikmati berbagai kemudahan dan keuntungan seperti diskon, voucher dan point. Data yang Anda masukkan hanya digunakan untuk keperluan ketika anda berbelanja di ROLSHOP.
Saya setuju untuk menerima email newsletter dan/atau informasi promosi lainnya

Pelanggan yang terhormat, sehubungan dengan libur Hari Raya Idul Fitri 1437H diberitahukan bahwa seluruh transaksi pembelian di ROLshop terhitung tanggal 1 Juli-11 Juli 2016 akan diproses pada tanggal 12 Juli 2016. Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut hubungi kami melalui email rolshop@rol.republika.co.id

Home » katalog » buku » Clearance Package » Paket Hikmah
Paket Hikmah
Oleh: Penulis Hikmah republika,Teguh Setiawan
Sinopsis

100 Hikmah Ramadhan

Manusia dalam hidupnya menghadapai dua macam rayuan yang dapat menjerumuskan, setan dan nafsunya. Dalam konteks Ramadhan kita ingat sabda Nabi, ”Di bulan Ramadhan setan terbelenggu.” Tapi ternyata kedurhakaan masih ada. Penyebabnya pastilah nafsu manusia sendiri, yang puasanya tidak mampu mengendalikan nafsunya.

Tahukah Anda apa perbedaan rayuan nafsu dan setan? Tujuan setan menjerumuskan kita, di lubang manapun kita terjerumus. Karenanya jika ia gagal merayu di satu lubang, dia pergi sementara, untuk kembali merayu lagi di lubang yang lain, dan demikian seterusnya. Tapi ketika kita telah terjerumus di satu lubang, ia tidak berhenti merayu lagi untuk mengantar ke jurang yang lebih dalam, sampai mangsanya menjadi setan semacam dia. (Lihat QS Al-an’am:116)

• • • •

Ketika ayat puasa turun, Rasulullah SAW terpana dan tergetar hatinya. ”Puasa itu untukKu dan ganjarannya datang dariKu,” demikian pernyataan Tuhan lewat Hadis Qudsi. Dalam kalimat lain, Tuhan kembali berkata, ”Semua perbuatan anak Adam semata-mata untuk kepentingan pribadinya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa untukKu dan Aku pula yang akan memberikan balasannya.”

Begitulah ternyata, berdasarkan suara dari langit maupun dari hati nurani, puasa yang kita jalani adalah rahasia antara hamba dan Sang Pencipta. Kita dilatih untuk terbiasa berhadapan dengan Tuhan, menyadari betapa Dia amat dekat dan kita selalu diawasi. Tuhan tidak lagi hanya transandental, nun jauh di sana, tetapi juga imanen, hadir di dalam kita, di antara kita.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hikmah Indahnya Kematian

Sampai kapan pun manusia tidak akan pernah mampu mengungkap misteri kematian. Bagi pelaku dosa, kematian adalah kebinasaan. Tetapi bagi yang benar-benar beriman kepada Allah dan rasul-Nya kematian adalah gerbang kebahagiaan karena ia bisa berjumpa dengan Allah dan merasakan nikmatnya surga. Manusia diharuskan senantiasa mengingat kematian agar tidak mudah tergoda setan dan berbuat dosa. Rasulullah Saw. bersabda, ”Perbanyaklah mengingat kematian. Seorang hamba yang banyak mengingat mati, maka Allah akan menghidupkan hatinya dan diringankan baginya akan sakitnya kematian.” (HR al-Daylami).

❖ ❖ ❖

Bersyukur adalah keharusan bagi seorang hamba pada tuhannya. Dalam QS Ibrahim [14] : 7 Allah berrman, ”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” Lantas, bagaimanakah cara bersyukur? Bersyukur dapat dilakukan dengan banyak cara. Pertama, dengan lisan. Kedua, bersyukur dengan hati. Bentuk syukur ketiga adalah dengan amal perbuatan. Dapatkan penjelasan sepenuhnya tentang ketiga cara bersyukur tersebut dalam buku ini.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Akhirat 1 Menit 49 Detik

Kata muja hadah tidak lebih populer daripada kata jihad atau ijtihad. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa ijtihad lebih utama daripada jihad. Rasulullah Saw. bersabda,"Goresan tinta para ulama lebih utama daripada timpahan darah para syuhada."

Namun, masih ada yang lebih utama dari ijtihad, yakni mujahadah. Mujahadah ialah perjuangan yang mengandalkan unsur batin atau kalbu. Seusai sebuah peperangan yang amat dahsyat, Rasulullah Saw. menyampaikan kepada para sahabatnya, "Kita baru saja pulang dari peperangan yang kecil ke peperangan yang lebih besar (hawa nafsu).

Air mata yang menitik pelan melintasi kedua pipi kita ternyata tidak semata buliran air yang keluar dari kelopak mata, tapi ada rembesan makna yang penuh hikma di mata Allah Swt. Bahkan, keluarnya air mata penyebab hidup seseorang dalam keberkahan.

Rasulullah Saw. pernah menyampaikan bahwa ada dua tetesan (qatrataani) yang dibanggakan dan kelak akan menjadi saksi di hari pengadilan, yaitu tetesan darah syuhada yang wafat menegakkan agama Allah dan tetesan air mata karena bertobat. Ternyata ada banyak air mata yang dapat mengundang keberkahan.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Menyusuri Kota Jejak Kejayaan Islam

Tak sekadar luas, bangsa-bangsa Islam juga pernah merasakan "golden age", baik dari segi kekuasaan pun pusat ilmu dunia. Kisah ini menjadi benang merah buku "Menyusuri Kota Jejak Kejayaan Islam" terbitan Harian Republika. 26 kota di seantero dunia jadi pusat perhatian tim penulis: Heri Ruslan, Desy Susilawati, Dyah Meta Ratna Meta Novi, Ferry Kisihandi, Muhammad Subarkah, dan Syahruddin El-Fikri.

Dengan enam penulis yang berlabel "jurnalis" tentunya akurasi isi dan kenikmatan membaca tak perlu dipermasalahkan lagi. Mereka sungguh handal memilih judul yang menarik. "Cordoba: Firdaus yang Hilang", atau "Kosovo: Kembalinya Bangsa yang Hilang", dan "Yordania: Negeri Penjaga Masjid Al-Aqsa". Itu contohnya, begitu khas dengan feature.
 
Demikian pula isinya. Banyak hal menarik --bahkan mungkin belum tahu-- yang bisa menyadarkan kita betapa besarnya Islam (masa itu). Puluhan cendikiawan, penemu bertebaran menjadi acuan dunia. Siapa tak mengakui sang Bapak Aljabar Al-Khawarizmi, dan ternyata ia datang dari Aleppo, Suriah. Nama yang asing di telinga? Padahal Aleppo salah satu kota tertua dalam sejarah manusia.
 
Atau ingin tahu seperti apa Islam di Tibet dan Islam telah 'menemukan' Amerika sebelum Columbus? 234 halaman isi sungguh penuh ilmu di dalamnya. 

Namun sebagai pertimbangan, setelah melahap buku ini, tanyalah ke dalam diri, "Apa yang terjadi dengan bangsa Islam kini, ke mana Kecendikiaan itu pergi berganti kisruh di Timur Tengah yang seolah tak berujung? Atau semoga justru timbul semangat untuk mengembalikan kejayaan itu. Semoga terinspirasi...

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Cina Muslim

Belanda menuduh Tionghoa memeluk Islam untuk menghindari pajak danmemperoleh akses berdagang lebih luas. Sedemikian banyak kisah tentang keterlibatan Muslim Tionghoa dalam penyebaranIslam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, tapi mereka tidak pernah bisa melepaskan statusnya sebagai minoritas di dalam minoritas. Muslim Tionghoa berhasil menerjemahkan Alquran dalam bahasa Mandarin pada abad 17, namun karya itu sempat lenyap selama dua abad.

Muslim Tionghoa pernah mendirikan partai, tapi siapa sudi melacak dan mencatat sejarahnya. Terdapat asumsi, Muslim Tionghoa di era kolonial menganut mazhab Hana dan tidak mengenal tiga mazhab lainnya: Hambali, Maliki, dan Sya’i. Mereka juga tidak mengenal istilah Sunni dan Syiah.

◆ ◆ ◆

Liu Asheng masih terus berkuasa di bawah pengaruh Belanda. Ia meninggal pada 1884. Beberapa hari setelah kematiannya, tentara Belanda memasuki Mandor. Sejarah Republik Lanfang pun berakhir. Namun seorang sejarawan menyebutkan, Republik Lanfang di Kalimantan Barat tidak benar-benar musnah setelah orang terakhir mereka meninggalkan pulau itu. Gagasannya dibawa masyarakat Hakka yang lari ke Medan, diwariskan ke generasi berikut yang menyebar dari Kuala Lumpur sampai Singapura. Salah satu keturunan mereka; Lee Kuan Yew, mendirikan Republik Lanfang kedua bernama Singapura.

,

Produk Detail
isbn
-
penulis
Penulis Hikmah republika,Teguh Setiawan
penerbit
REPUBLIKA
terbit
-
halaman
-
bahasa
indonesia
sampul
-
dimensi
-
berat
2000 gr
 


Discount 50%
Rp . 210,000
Harga Rp. 105,000
Available