Nama
Alamat

Kode Pos
Email
Telepon
Password
Ulangi Password
Kode
Pelanggan yang terhormat, kami mohon waktunya tidak lebih dari dua menit untuk mengisi formulir keanggotaan. Setelah itu silakan menikmati berbagai kemudahan dan keuntungan seperti diskon, voucher dan point. Data yang Anda masukkan hanya digunakan untuk keperluan ketika anda berbelanja di ROLSHOP.
Saya setuju untuk menerima email newsletter dan/atau informasi promosi lainnya

Pelanggan yang terhormat, sehubungan dengan libur Hari Raya Idul Fitri 1437H diberitahukan bahwa seluruh transaksi pembelian di ROLshop terhitung tanggal 1 Juli-11 Juli 2016 akan diproses pada tanggal 12 Juli 2016. Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut hubungi kami melalui email rolshop@rol.republika.co.id

Home » katalog » buku » Novel » Garis Merah di Rijswijk
Garis Merah di Rijswijk
Oleh: Li Loh
Sinopsis

Banyak intrik terjadi menjelang terbentuknya Republik Indonesia. Kekuatan-kekuatan besar saling bersaing membentuk model dasar republik ini.

Sudah barang tentu Amir Sjarifuddin terkejut mendengar ucapan terakhir Dick de Hoogs itu. Mendengarnya, Amir tak menyangka bahwa kalangan raja, bangsawan dan penguasa wilayah, begitu bodoh dan mudah diperdayai kesesatan Mason-Zion.

“Mason sedang membangun sebuah konstalasi yang mana tidak ada blok yang dapat memisahkan negara baru itu untuk sekadar berpihak. Persemakmuran itu harus berada di poros tengah semua indentitas ideologis dan agama.”

“Kalian menafikkan keteraturan yang dibuat tuhan?” Mook tiba-tiba tertawa sinis. “Aneh mendengar ucapan itu keluar dari mulut Anda, Tuan Sjafruddin.”

“Tidak ada garis seperti ini dalam konstalasi persemakmuran Uni-Holandia. Sebagaimana kau bisa paham-bahwa kami justru mendorong Negera Komunis Hindia ke tangan Anda, sebagaimana kami mendorong Suriname, Curacao, dan Aruba ke arah kapitalistik. Sehingga kami tak perlu repot dengan membiarkan Belanda tetap pada garis pertahanannya sendiri,”jelas Dick, lebih jauh.

“Politik Zion akan menggerakan semuanya dengan tetap mengacu  pada garis masing-masing. Inilah keteraturan Zion itu. Keteraturan tanpa blok yang memisahkannya. Negara komunis Hindia akan memperkuat nilai tawar persemakmuran dalam hubungannya dengan dunia internasional kelak.”

“Rencana yang berbahaya,” desis Amir. Dick de Hoog tersenyum puas.

“Kami harus melawan, Tuan. Sistem yang tercipta dari agama Muhammad nyaris mendorong kami ke jurang kehancuran, jika saja kami tak segera sadar untuk melawan. Sepanjang yang kami pelajari, sistem negara-bangsa yang dibentuk Muhammad itu adalah sistem terbaik yang pernah dikenal manusia. Namun sistem itu akan menghancurkan entitas kami, dan meninggalkan kami dalam lipatan sejarah manusia. Kami tak mau itu terjadi. Kami tak mau sistem baru itu mengatur bagaimana kaum kami harus berjalan.”

,

Produk Detail
isbn
9786027595057
penulis
Li Loh
penerbit
REPUBLIKA
terbit
Juni 2012
halaman
x + 436 = 446
bahasa
Indonesia
sampul
Soft
dimensi
13.5 cm x 20.5 cm
berat
366 gr
 


Discount 15%
Rp . 57,500
Harga Rp. 48,875
Out of Stock