Nama
Alamat

Kode Pos
Email
Telepon
Password
Ulangi Password
Kode
Pelanggan yang terhormat, kami mohon waktunya tidak lebih dari dua menit untuk mengisi formulir keanggotaan. Setelah itu silakan menikmati berbagai kemudahan dan keuntungan seperti diskon, voucher dan point. Data yang Anda masukkan hanya digunakan untuk keperluan ketika anda berbelanja di ROLSHOP.
Saya setuju untuk menerima email newsletter dan/atau informasi promosi lainnya

Pelanggan yang terhormat, sehubungan dengan libur Hari Raya Idul Fitri 1437H diberitahukan bahwa seluruh transaksi pembelian di ROLshop terhitung tanggal 1 Juli-11 Juli 2016 akan diproses pada tanggal 12 Juli 2016. Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut hubungi kami melalui email rolshop@rol.republika.co.id

Home » Index Berita » Resep Krisis dari Alquran
Resep Krisis dari Alquran
Senin, 18 Februari 2013
Republika

Buku The Crisis

Sebagaimana nikmat Tuhan yang mengalir deras kepada umat manusia, krisis pun kini datang silih berganti, dari satu negara ke negara lain, dari satu jenis krisis ke bentuk krisis yang lain. Dari krisis pangan, keuangan, perbankan, lingkungan, hingga krisis multidimensi lainnya. Tentu, dengan maksud agar manusia mempelajari dan mengambil pelajaran darinya.

Namun, agaknya semakin hari para ekonom semakin percaya diri mengatasi krisis. Dengan segala perangkat dan metode yang mereka anggap semakin canggih, mereka yakin, krisis bisa diatasi. Faktanya, krisis bukan semakin berkurang, melainkan semakin sering terjadi dengan skala yang semakin besar. Krisis belum sepenuhnya—untuk tidak mengatakan tidak bisa—mereka cegah.

Perlu berapa krisis lagi agar umat manusia sadar? Inilah yang diingatkan oleh penulis buku ini. Terinspirasi ayat Alquran yang diulang sebanyak 30 kali dalam Alquran, “Fabiaayi alaa irabbikumaa tukadzdzibaan” (Maka nikmat Tuhanmu manalagi yang engkau dustakan), penulis memberi judul yang sangat menggelitik sekaligus bernada teguran keras, Krisis manalagi yang engkau dustakan?

Buku ini mencoba merekonstruksi apa saja yang menjadi penyebab krisis terus berulang. Bila krisis diibaratkan racun, buku ini mencoba menawarkan racunnya sekaligus mengobatinya dengan bahan-bahan yang didapat dari “apotek” bernama “Quranomics”. Yakni, semua bahan terkait masalah ekonomi yang dihimpun dari sumber utama Alquran dan sunah Nabi Muhammad SAW.

Penulis membagi bukunya menjadi tujuh bagian. Bagian pertama adalah prolog, yakni Depression economics dan sungai darah. Mengutip peraih Nobel Ekonomi 2001 Joseph Stiglitz penulis menegaskan bahwa krisis yang saat ini terjadi sama sekali bukan hal yang mengejutkan. Tanda krisis itu sudah sangat kasat mata. “Satu-satunya yang mengejutkan adalah mengapa krisis itu mengejutkan banyak pihak.”

Bagian kedua The Global Financial Meltdown menyajikan tiga bab, yakni krisis ekonomi global 2008, krisis akan kembali datang, serta kerugian dan bail out terbesar sepanjang sejarah.

Pada bagian ketiga Penyebab Krisis Terus Berulang, penulis membahasnya menjadi enam bab. Yakni, faktor utang, United States: From The Largest Power To The Greatest Debtor, faktor derivatif, derivative: pintu penjarahan ekonomi, faktor suku bunga, dan beyond economic crisis.

Salah satu yang disorot tajam adalah bunga bank (riba). Penulis mengemukakan, dalam perspektif Quranomics, riba adalah sentral dari persoalan ekonomi, sehingga dengan tegas Allah dan Rasul-Nya akan memerangi siapa pun yang mempraktikkannya.

Pada tiga bagian terakhir, penulis memaparkan solusi yang diberikan Alquran dan Sunah Nabi Muhammad SAW untuk mengatasi dan mencegah krisis terjadi dan berulang. Bagian keempat bicara tentang mencari alternatif sistem ekonomi. Hal terpenting yang dikupas di sini adalah memangkas sumber bencana ekonomi, yakni riba, judi, spekulasi, dan utang.

Bagian kelima menjabarkan ekonomi Islam dan ketahanan terhadap krisis. Bagian keenam The Way Forward menampilkan keidealan dan realita perbankan dan keuangan Islam dan mengintegrasikan nilai spiritualitas Islam dan bisnis. Buku ini ditutup dengan epilog berupa inspirasi dari manajemen krisis Nabi Yusuf.

Penulis mengupas krisis demi krisis yang terus menghantam sendi-sendi kehidupan dewasa ini dengan bahasa yang lugas dan renyah, lalu menawarkan solusi yang jernih bersumber dari Quranomics. Sebuah buku yang sangat penting dibaca agar umat manusia tidak selamanya tersesat dalam labirin krisis, khususnya krisis enonomi. N irwan kelana. ed:nashih nashrullah

Judul: The Crisis: Krisis Manalagi yang Engkau Dustakan?
Penulis: M Lutfi Hamidi
Penerbit: Republika
Cetakan: I, 2012
Tebal: xxvi+420 hlm

Writer : Irwan Kelana
Reporter :


     
Recomended
Meski terjadi berbagai bentuk kerusakan di zaman ini, kita masih tetap dapat mendengar seruan aza
Rp. 55,250,-
Best Seller
Fahri masih tak lelah untuk mencari Aisha, istrinya. Kepergian Aisha bersama salah seorang
Rp. 76,000,-
Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar
Rp. 63,200,-