Nama
Alamat

Kode Pos
Email
Telepon
Password
Ulangi Password
Kode
Pelanggan yang terhormat, kami mohon waktunya tidak lebih dari dua menit untuk mengisi formulir keanggotaan. Setelah itu silakan menikmati berbagai kemudahan dan keuntungan seperti diskon, voucher dan point. Data yang Anda masukkan hanya digunakan untuk keperluan ketika anda berbelanja di ROLSHOP.
Saya setuju untuk menerima email newsletter dan/atau informasi promosi lainnya

Pelanggan yang terhormat, sehubungan dengan libur Hari Raya Idul Fitri 1437H diberitahukan bahwa seluruh transaksi pembelian di ROLshop terhitung tanggal 1 Juli-11 Juli 2016 akan diproses pada tanggal 12 Juli 2016. Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut hubungi kami melalui email rolshop@rol.republika.co.id

Home » Karya Pembaca » Accilong dan Sepeda Ontel...
Accilong dan Sepeda Ontel...
Kamis, 3 Januari 2013
Bonit Notz

Tiba saatnya menyusuri jalan setapak ini, jalan setapak yang selalu menjadi incaran penikmat sepeda, suasana yang dingin diantara rimbun pohon cemara makin memukau suasana kawasan rawan kijang ini. Dan kini, aku bersama sepeda ontel peninggalan alm. kakekku,..

Hmmm… tumben jalanan pagi ini lengang, sunyi bin sepi… namun tak menyurutkan semangat bersepeda riaku yang sudah menjadi hobby, perlahan namun pasti masih saja betis ini asyik berputar diatas goesan yang sudah usang,

"coba disebelahku ada dia yang menemani," bathin ini mencuri mimpi,
"tapi apa ia dia mau dan mampu mengiringi aku dan sepeda ontelku??? racun… kenapa aku meracuni otakku tentang hasrat untuk bersamanya??? hmmm… acci acciiii… andai saja kamu bisa turun dari Mercy dan teriaki aku, lalu mengemis agar kuboncengi dengan sepeda ontel ini… dung dung… makin dung dung isi kepalaku…"

Sebentar lagi mentari pagi mulai beranjak pergi, tak terasa lamunanku diatas sepeda berlangsung hampir 2jm… waktu rehat tak juga kumanfaatkan, malah asyik mencuri-curi khayal tentang sebuah wajah indah pembuat gundah… lagi2 kusebut namanya… "acci acciiiiii… tak maukah kau lirik aku sebentar saja??? beuh… kapan yah aku berani menarikmu ke***** hatiku???"

Botol minum ini sudah kosong, dan perutpun mulai demon meminta haq’a… sabar yaa… kita cari restorant penjual nasi uduk yuuukkk… siapa tahu penjualnya mirip sama dia, hhe… #ngarep.

lama2 semuanya tentang dia, ada apa denganku??? sudah ah waktunya isi perut, dengan semangat 45 kugoes sepeda ontel demi menemukan **** lapar, Allhamdulillah… setelah 10mnt ternyata ada juga restaurant yg berukuran -/+ 3 x 4m, heheee… ” Nasi uduk ga pake sambel ya buuu… ” pintaku kepada ibu tua yang nyaris seumuran dengan ibuku… ” ia nak tunggu yaa… ” jawabnya ramah… tak lama nasi uduk dan segelas teh manies hangat meronakan perutku,..

rehat sejenak, berharap lelah ini berkurang, bersender pada bangku dipan dengan kaki selonjoran, tak sadar tertidur ***** buaian angin yang semilir… Subhanallah… indahnya…

” Bang.. Bang Aul bangunnn… ” suara lembut dan ringan terdengar, perlahan kubuka mataku… Ops… lidahku kelu, mataku terbelalak tak percaya, jantung berdegup penuh irama… tiba2 terasa disekelilingku penuh alunan lagu padang pasir yang mendayu dayu sendu,.. ” Acciiii… ??? ” aku menyebut namanya.. ” iyaa.. bang Aul abis sepeda’an yah??? sampe ketiduran gini??? ” lagi2 suara itu membuyarkan kantuk yang tadi menyerang… ” Eh.. Iyaaa,.. kok ada disini..??? ” jawabku tergagap namun berusaha menetralkan kondisi, harus terlihat seperti lelaki sejati, gak boleh grogi.. bisikku ***** hati…
” tadi abiz lari pagi juga, trus laper makan disini deh.. ” jawabnya ringan dan mempesona… deg deg deg deg… ” mau gak yah, kalo kuajak dia pulang naek ontel??? ” bisik hatiku… Hmmm… ” sama siapa ci..??? ” tanyaku, ” sama sopir bang, tuh.. lg makan nasi uduk dimobil.. ” jawabnya sambil menunjuk mobilnya yang diparkir dibawah pohon mangga… ” Ouwh… ” hanya itu jawabku…

Hampir 17mnt, aku berbincang-bincang dengan wanita pujaan, keinginan mengajaknya pulang dengan Ontel semakin menggila, kapan lagi.KOM itu yang ada diotakku.. hmmm… ayoooo… bilaaaangggg… terjadi perang bathin direlung yang ter*****,tapi kalo liat mercy terus ke sepeda ontel… uuuuuuurrrrrggghhhh… langsung deh.. berasa ada dimall lantai atas nyungsep kelantai dasar… gubraaaaaaakkkkk… T-T

akhirnya pasrah jadi ***ihan, dan diam menjadikan Aul seorang pria idaman, heheuu… ya sudahlah… kali ini biar kupendam ***** hati saja, jika Tuhan menghendaki aku bersamanya.. Insya Allah x3 Insya Allah you’ll find your way (Maher zain)… heheuuu… )

Berat rasanya untuk say good bye sama mahluk tuhan dihadapanku ini, hmmm… tapi daripada makin ga bisa konsentrasi lebih baik cepet2 angkat kaki, apalagi c mercy makin bikin keki,.. ” Ciii… pamit duluan yaa.. ” akhirnya ucapanku keluar juga,.. ” kemana Bang, cepet amat.. ??? ” tanya’a.. ” udah mo siang neh.. ada urusan juga.. ” sahutku asal,.. “Hmmm… naek Ontel bang???” kembali bertanya, dan jujur bikin kesel,.. ” Iyaaa.. gtu deh.. Ontel kesayangan.. ” kataku, sambil mengusap2 jok Ontel penuh kasih sayang… ” Acci boleh nebeng gak bang??? ” tiba2 permintaannya sulit kujawab… ” Hahhhhhhhhh??? ” konyol memang aku malah menganga dan terpaku, sulit percaya yang kudengar indera pendegarku, jangan2 cuma khayal… ” Bang Auuuullll… boleh gaaakkk??? ” acci kembali bicara dan ini bukan khayal, spontan kuanggukkan kepala… ” tentu saja boleh… yuuukkkk… ” sahutku sumingrah, Gustiiiiii… nikmat-Mu kali ini sungguh indah… Maher Zain, thx 4 spirit,.. wewwwww… kacau balau isi hati dan kepala,.. ini bukan mimpi maaaannnn… Accilong&Sepeda Ontelku… ha’haaaa… indahnyaaaa… senyum2 stadium akhir… ^_____^

Kali ini tak ada alasan aku tak memuja tuan putri yang asyik kuboncengi, sifatnya ramah dan menyenangkan, baik hati juga tidak sombong, rela tinggalin mercy demi dibonceng Ontel ajaib in, judulnya makin cinta deh kalo gini,.. hmmm… ***** perjalanan Acci bercerita kanan kiri, tak sungkan ketika pegal dia minta berhenti, waaahhhh.. andai saja hati sudah terpatri, dengan senang hati kupijit kedua kaki Acci, tapi sebagai lelaki sejati cukup mengikuti yang diingini tuan putri,.. ” Oia, kok tiba2 mo naek Ontel Ci..??? ” tanyaku disela obrolan sepanjang jalan,.. ” Sebenernya kalo mobil lagi nggak ngadat acci mendingan naek mobil bang… ” kata2nya polos tanpa beban, jujur aku terperangah.. ” Maksud’a??? ” , ” mang’a Acci td lom bilang yah???, Mobil itu keabisan bensin.. untung ketemu bang Aul, jadi cuma telat2 dikit deh sampe rumah… ” lagi2 jawabnya polos, " nanti Acci turun disimpang tiga z ya Bang… ” lagi2 permintaan acci berikutnya,.. tak ada jawaban kali ini ada yang gemuruh dihati makin keruh,..

ternyata oh ternyata… ” Disini z Bang.. ” tiba2 Acci kembali bicara sedikit berteriak,.. ” Oh iyaa… terus dari sini mo naek apa?? ” tanyaku mengusir gundah… ” Tuh udah dijemput.. ” tangannya menunjuk mobil mercy yang parkir dipinggir jalan, kulihat seorang pemuda tampan keluar dengan elegan.. O’oowww… itukan Pa’ Ridwan bos ditempatku mencari sesuap nasi… ^$&)&%###!!_)()>??????????_____==&^%#@


cerita ini fiktif just intermezo.. ho’hohoooo… mohon jgn didemo…



     
Recomended
Selamat datang di dunia Anak-anak Mamak. Dunia yang tidak pernah kalian bayangkan sebelumnya. Di
Rp. 45,000,-
Best Seller
Fahri masih tak lelah untuk mencari Aisha, istrinya. Kepergian Aisha bersama salah seorang
Rp. 188,000,-
Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar
Rp. 188,000,-