Nama
Alamat

Kode Pos
Email
Telepon
Password
Ulangi Password
Kode
Pelanggan yang terhormat, kami mohon waktunya tidak lebih dari dua menit untuk mengisi formulir keanggotaan. Setelah itu silakan menikmati berbagai kemudahan dan keuntungan seperti diskon, voucher dan point. Data yang Anda masukkan hanya digunakan untuk keperluan ketika anda berbelanja di ROLSHOP.
Saya setuju untuk menerima email newsletter dan/atau informasi promosi lainnya

Pelanggan yang terhormat, sehubungan dengan libur Hari Raya Idul Fitri 1437H diberitahukan bahwa seluruh transaksi pembelian di ROLshop terhitung tanggal 1 Juli-11 Juli 2016 akan diproses pada tanggal 12 Juli 2016. Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut hubungi kami melalui email rolshop@rol.republika.co.id

Home » katalog » buku » Novel » Ayat Ayat Cinta 2
Ayat Ayat Cinta 2
Oleh: Habiburrahman El Shirazy
Sinopsis

Fahri masih tak lelah untuk mencari Aisha, istrinya. Kepergian Aisha bersama salah seorang sahabatnya ke Palestina, terus digali informasinya oleh Fahri. Sayangnya, info yang didapatkan justru mengabarkan bahwa Aisha tewas bersama rekannya itu akibat serangan tentara Israel. Jenazah rekannya berhasil diidentifikasi, sementara belum ada bukti jasad Aisha.

Di saat-saat mencari dan terus mencari informasi, ia bertemu dengan sosok Keira tetangga rumahnya di Stoneyhill Grove, dan pandai bermain biola. Caranya bermain mengingatkannya pada Aisha.

Di saat bersamaan, ia juga bertemu dengan Hulya, adik perempuan dari teman Fahri yang bernama Ozan. Hulya juga pandai bermain biola. Kolaborasi antara Heira dan Hulya, membuat Fahri seolah menyaksikan Aisha ada di dekatnya.

Tapi, Fahri tak mudah menaklukkan hati Keira yang keras. Keira bahkan menuduh Fahri dan umat Islam sebagai pembunuh ayahnya yang tewas akibat bom London. Akibat kematian ayahnya itu, cita-cita Keira untuk menjadi seorang pemain biola terkenal menemui rintangan.

Ujian tak berhenti di situ. Jason, adik Keira, juga turut mendukung sikap kakaknya yang menuduh umat Islam sebagai pelaku terorisme. Cita-citanya untuk menjadi pemain bola seperti Gary Lineker, bisa membuatnya gagal. Karena itu, Jason mencuri sejumlah barang milik Fahri yang ada di minimarket Agnina. Namun, ia tertangkap basah oleh Fahri.

Reaksi negatif kepada Fahri, terus berlanjut. Baruch, anak tiri dari Nenek Catarina yang beragama Yahudi, selalu merongrongnya. Ia menuduh Fahri dan umat Islam sebagai kaum amalek, yakni orang-orang bodoh seperti keledai. Fahri pun ditantang untuk berduel, baik secara fisik maupun melalui debat terbuka. Di saat bersamaan, Fahri juga harus mempersiapkan dirinya untuk melayani debat orang-orang pintar di Oxford Debating Union, sebuah forum debat terbuka yang digelar di Oxford of University.
Fahri yang memerlukan seorang pendamping untuk mengisi hari-harinya dalam balutan kasih, mendapat dukungan positif dari Syaikh Utsman, gurunya sewaktu di Mesir. Syaikh Utsman pun menawarkan cucunya yang bernama Yasmin kepada Fahri untuk diperistri. Selain hafal Al-Qur’an, Yasmin juga cantik dan cerdas. Ia bahkan telah menyelesaikan sekolah pascasarjana.

Kecantikannya, sikapnya, dan kecerdasannya membuat Fahri merindukan Aisha.
Ia pun terus mencari Aisha. Tapi ia belum menemukan keberadaannya. Di saat dirinya dan umat Islam di Edinburgh sedang bersemangat menggelorakan semangat Islam, Fahri dihadapkan pada kenyataan. Umat Islam dituding sebagai kelompok miskin dan menjadi peminta-minta. Hal itu dimuat di sejumlah harian di Inggris dan Skotlandia. Ia pun mencari sosok pengemis miskin dengan wajah buruknya yang menjadi headline di sejumlah media setempat.

Pengemis wanita bernama Sabina yang berwajah buruk dan selalu ditutupi dengan cadar itu benar-benar membuat Fahri bekerja ekstra keras untuk menunjukkan wajah Islam yang toleran, damai, dan penyayang. Sayangnya, Sabina tak punya tanda identitas diri. Jari-jari tangannya pun melepuh akibat kebakaran kompor yang terjadi di rumah Fahri. Kondisi itu menambah sulit bagi Fahri untuk memintanya melakukan tes sidik jari. Dan ketika tangan Sabina sudah mulai membaik, ia justru pergi lagi dari rumah Fahri.
Ke mana Sabina pergi? Siapa dan dari mana dia berasal? Kenapa wajahnya yang buruk itu selalu ditutupi cadar? Akankah ia jadi menikah dengan Paman Hulusi, sopir pribadi Fahri?

Bagaimana nasib Jason, akankah ia sukses menjadi pemain sepak bola ternama? Dan akankah Keira sukses memenangkan kompetisi biola di Italia?

Lalu bagaimana pula dengan Fahri? Akankah ia bertemu dengan Aisha, istrinya? Mampukah ia mengungkap jati diri Sabina? Apakah Fahri berhasil memenangkan debat di forum Oxford Debating Union?

Banyak romantisme, perjuangan, dan konflik. Fahri benar-benar tertantang untuk menunjukkan wajah Islam yang lembut, damai, penuh kasih, toleran, dan rahmatan lil alamin. Novel Ayat-Ayat Cinta (AAC) 2 ini benar-benar mengaduk-aduk perasaan.

,

Produk Detail
isbn
9786020822150
penulis
Habiburrahman El Shirazy
penerbit
REPUBLIKA PENERBIT
terbit
Desember 2015
halaman
500 Halaman
bahasa
indonesia
sampul
soft
dimensi
13.5 X 20.5 Cm
berat
595 gr
 


Discount 25%
Rp . 95,000
Harga Rp. 71,250
Available